Ikatan kimia merupakan gaya yang
menahan berkumpulnya atom-atom dalam molekul atau kristal. Pada banyak senyawa
sederhana, teori ikatan valensi dan konsep bilangan oksidasi dapat digunakan
untuk menduga struktur molekular dan susunannya. Serupa dengan ini, teori-teori
dari fisika klasik dapat digunakan untuk menduga banyak dari struktur ionic.
Pada senyawa yang lebih kompleks / rumit, seperti kompleks logam, teori ikatan
valensi tidak dapat digunakan karena membutuhken pemahaman yang lebih dalam
dengan basis mekanika kuantum.
Sementara teori atom sedang dikembangkan, berbagai
gagasan juga dicetuskan tentang kombinasi atom yang menghasilkan senyawa kimia.
Dalam senyawa, atom-atom diikat bersama-sama oleh gaya yang dikenal sebagai
ikatan kimia. Elektron-elektron memegang peranan penting dalam pembentukan
ikatan kimia.
Didalam atom individu terdapat daerah dengan
peluang besar untuk menemukan elektron. Didalam kombinasi atom juga terdapat
daerah dengan peluang besar untuk mendapatkan elektron. Elektron dalam atom
dijelaskan oleh orbital atom, dan elektron dalam molekul dijelaskan oleh
orbital molekul(James, 1999 ).
Salah satu petunjuk dalam
pembentukan ikatan kimia adalah adanya suatu golongan unsur yang sulit
membentuk senyawa kimia. Unsur ini termasuk golongan gas mulia.Pembentukan
ikatan kimia terjadi karena adanya perpindahan satu atau lebih elektron dari
satu atom ke atom yang lainnya. Hal ini mendorong terjadinya pembentukan ion
positif dan ion negatif dan terbentuknya suatu jenis ikatan yang disebut ikatan
ion. Bentuk molekul adalah suatu
gambaran geometris yang dihasilkan jika inti atom-atom terikat dihubungkan oleh
garis lurus. Karena dua titik membentuk satu garis lurus maka semua molekul
diatomic (beratom dua) berbentuk linier. Tiga titik membentuk bidang, maka
semua molekul triatomik berbentuk datar (planar). Untuk molekul yang lebih dari
tiga atom (molekul beratom banyak poliatomik), bentuk datar dan bahkan linear
kadang-kadang ditemui. Akan tetepi, biasanya jumlah atom menentukan gambaran
tiga matra. Bentuk molekul tidak dapat diramalkan dari rumus empiris, jadi
harus ditentukan secara percobaan.
Teori Tolakan Pasangan Elektron Valensi (VSEPR). Teori
ini menyatakan bahwa baik pasangan elektron dalam ikatan kimia ataupun pasangan elektron yang tidak dipakai bersama
(yaitu pasangan elektron’ mandiri) saling tolak menolak. Pasangan elektron
cenderung untuk berjauhan satu sama lain. Atau , menurut asas eksklusi Pauli,
jika sepasang elektron menempati suatu orbital, elektron lain, bagaimanapun
rotasinya, tidak dapat berdekatan dengan pasangan tersebut. Teori VSEPR
(diucapkan “vesper”) menggambarkan arah pasangan elektron terhadap inti dari
suatu atom. Bentuk geometris molekul ditentukan oleh gambar geometris yang
dihasilkan dengan menghubungkan inti-inti atom dengan garis lurus. Konfigurasi
gas mulia yaitu konfiguarasi dengan delapan (8) elektron pada kulit terluar
disebut oktet(James, 1999 ).
Berdasarkan aturan oktet yang
telah diketahui maka atom hydrogen kekurangan 1 elektron dan atom klorin
memerlukan 1 elektron untuk membentuk konfigurasi stabil golongan gas mulia.
Apabila dilihat dari segi keelektronegatifan, klorin mempunyai harga
keelektronegatifan yang lebih besar dari hydrogen tetapi hal ini tidak serta
merta membuat klorin mampu menarik elektron hydrogen karena hydrogen juga
mempunyai harga keelektronegatifan yang tidak kecil. Konfigurasi stabil dapat
tercapai dengan pemakaian elektron bersama. Atom hydrogen dan atom klorida
masing-masing menyumbangkan satu elektron untuk membentuk pasangan elektron
milik bersama. Dua atom dapat berpasangan dengan menggunakan satu pasang dua
pasang atau tiga pasang elektron yang tergantung pada jenis unsure yang
berikatan. Ikatan dengan sepasang elektron disebut dengan ikatan tunggal
sedangkan ikatan yang menggunakan dua pasang elektron disebut ikatan rangkap.
Ikatan dengan tiga pasang elektron disebut dengan ikatan rangkap tiga. Ikatan
rangkap misalnya dapat dijumpai dalam molekul oksigen ( O2 ) sedangkan ikatan
rangkap tiga misalnya dapat dilihat untuk molekul nitrogen ( N2 ) dan etuna (
C2H2 )(James, 1999 ).
Meramalkan struktur molekul
menggunakan teori VSEPR ( Valence Shell Electron Pair Repulsion ). Struktur
molekul adalah teori pengaturan atom-atom molekul dalam ruang tiga dimensi.
Mempelajari struktur molekul dalam ilmu kimia memegang peranan yang sangat
penting disebabkan struktur molekul menentukan sifat-sifat kimia suatu molekul.
Molekul BeCl2 ( Berelium Klorida ), molekul ini mempunyai dua pasang elektron
terikat yaitu dua pasang elektron yang digunakan untuk memberikan dengan Cl.
Struktur Lewis BeCl2 dapat digambarkan sebagai berikut :
Cl — Be — Cl
Dengan menggunakan teori VSEPR, maka dua pasang
elektron terikat dari molekul BeCl2 akan mengatur posisi sedemikian rupa
sehingga gaya tolakannya adalah minimum, misalnya saja kita peroleh dua bentuk
pengaturan sebagai berikut :
Cl
||
Cl — Be — Cl Be — Cl
Struktur Molekul Sederhana
Ikatan ionik dibentuk oleh tarikan elektrostatik
antara kation dan anion. Karena medan listrik suatu ion bersimetri bola, ikatan
ion tidak memiliki karakter aneh. Sebaliknya , ikatan kovalen dibentuk dengan
tumpang tindih orbital atom. Karena tumpang tindih sedemikian sehingga orbital
atom dapat mencapai tumpang tindih maksimum, ikatan kovalen pasti bersifat
terarah. Jadi bentuk molekul ditentukan oleh dua ikatan yang kemudian
ditentukan oleh orbital atom yang terlibat dalam ikatan. Ikatan kovalen dapat
terjadi karena adanya penggunaan elektron bersama. Apabila ikatan kovalen terjadi
maka kedua atom yang berikatan tertarik pada pasangan elektron yang sama(Syukri,1999).
Pada tahun 1916, beberapa gagasan
tentang pembentukan ikatan kimia adalah telah dikemukakan oleh dua orang
kimiawan Amerika, Lewis, dan Langmuir, dan seorang kimiawan Jerman, Kossel.
Menurut mereka, apabila gas mulia tidak bersenyawa dengan unsur lain, tentunya
ada suatu keunikan dalam konfigurasi elektronnya yang mencegah persenyawaan
dengan unsure lain. Apabila
dugaan ini benar, atom yang bergabung dengn atom lain membentuk suatu senyawa ,
mungkin mengalami perubahan didalam konfigurasi elektronnya yang mengakibatkan
atom-atom itu lebih menyerupai gas mulia. Lambang
Lewis suatu unsur terdiri dari lambing kimia biasa yang dikelilingi oleh
sejumlah titik. Lambang kimia melambangkan butir atom yang terdiri dari
elektron pada inti atom dan kulit bagian dalam. Titik-titik melambangkan
elektron pada kulit terluar atau elektron valensi.
Struktur Lewis. Teori struktur berdasarkan teori
oktet. Kereaktifan atom tergantung pada tinggi rendahnya energi elektron.
Elektron pada kulit terluar berenergi tinggi, sehingga elektron terluar ini
yang menjadi penyebab adanya sifat mengikat dari atom. Elektron terluar
elektron valensi. Lewis
memodifikasikan model atom Borh dengan teori struktur Kekule, yaitu: Atom
dinyatakan dengan huruf, bulir menggambarkan inti dengan elektron-elektronnya.
Elektron-elektron di kulit terluar digambarkan sebagai titik-titik yang
mengelilingi bulir. Garis valensi menurut teori struktur kekule mempunyai arti
fisik yaitu e- tunggal. Teori kekule tidak menyadari adanya konsep pasangan e-
yang menyendiri. Meskipun teori Lewis berlaku terutama untuk ikatan kovalen
tapi gagasannya dapat digunakan untuk menggambarkan ikatan ion maupun kovalen.
Struktur Lewis adalah kombinasi lambing Lewis yang menggambarkan perpindahan
atom pemakaian bersama elektron dalam suatu ikatan kimia.Muatan formal adalah
jumlah elektron kulit terluar ( valensi ) didalam atom terisolasi dikurangi
dengan jumlah elektron yang diperuntukkan bagi atom tersebut didalam struktur
Lewis. Suatu struktur Lewis yang
didalamnya tidak terdapat muatan formal ( semua muatan formalnya nol ) lebih
masuk akal dibandingkan struktur Lewis yang mempunyai muatan formal, jika
muatan formal diperlukan, carilah struktur dengan muatan formal sekecil mungkin(Petruci, 1999 ).
Pembentukan molekul-molekul ini
mengilustrasikan aturan octet (octet rule) yang dirumuskan oleh lewis “sebuah
atom kecuali atom hydrogen cenderung membentuk ikatan sampai atom tersebut
dikelilingi oleh delapan electron valensi” dengan kata lain ikatan kovalen akan
terbentuk jika electron yang tersedia tidak cukup untuk masing-masing atom
mencapai octet yang lengkap. Atom-atom dapat membentuk berbagai jenis ikatan
kovalen yang berbeda . Dua atom yang berikatan melalui sepasang elektrn disebut
dengan ikatan tunggal (single bond). Dalam beberapa senyawa , atom-atom
berikatan dengan ikatan rangkap (multiple bond) , yaitu ikatan yang terbentuk
jika dua atom menggunakan dua atau lebih pasangan electron secara bersama-sama.
Ikatan antara dua atom yang menggunakan bersama dua pasang electron disebut
dengan ikatan rangkap dua (double bond). Ikatan rangkap lebih pendek dibandingkan
dengan ikatan tunggal . Panjang ikatan (bond length) didefinisikan sebagai
jarak antara inti dari dua atom yang berikatan secara kovalen dalam suatu
molekul(Chang,Raymond ,2005).
DAFTAR PUSTAKA
Chang,raymond.
2005.kimia dasar jilid ketiga. Erlangga
: Jakarta
E. Brady, James. 1999. Kimia Universitas Azas dan
Struktur. Binarupa Aksara : Jakarta
Petruci, Ralph H. 1999. Kimia Dasar Prinsip dan
Terapan Modern. Erlangga : Jakarta
Syukri, S. 1999. Kimia Dasar 1. ITB : Bandung









0 comments:
Post a Comment
Komentar anda dan juga Saran yang baik dari anda sangat membantu kami.
Terima Kasih
~OurDream