Friday, July 27, 2018

TINJAUAN PUSTAKA SENYAWA KIMIA


 Tinjauan Pustaka Senyawa Kimia




   Ikatan kimia merupakan gaya yang menahan berkumpulnya atom-atom dalam molekul atau kristal. Pada banyak senyawa sederhana, teori ikatan valensi dan konsep bilangan oksidasi dapat digunakan untuk menduga struktur molekular dan susunannya. Serupa dengan ini, teori-teori dari fisika klasik dapat digunakan untuk menduga banyak dari struktur ionic. Pada senyawa yang lebih kompleks / rumit, seperti kompleks logam, teori ikatan valensi tidak dapat digunakan karena membutuhken pemahaman yang lebih dalam dengan basis mekanika kuantum.

        Sementara teori atom sedang dikembangkan, berbagai gagasan juga dicetuskan tentang kombinasi atom yang menghasilkan senyawa kimia. Dalam senyawa, atom-atom diikat bersama-sama oleh gaya yang dikenal sebagai ikatan kimia. Elektron-elektron memegang peranan penting dalam pembentukan ikatan kimia.
Didalam atom individu terdapat daerah dengan peluang besar untuk menemukan elektron. Didalam kombinasi atom juga terdapat daerah dengan peluang besar untuk mendapatkan elektron. Elektron dalam atom dijelaskan oleh orbital atom, dan elektron dalam molekul dijelaskan oleh orbital molekul(James, 1999 ).
Salah satu petunjuk dalam pembentukan ikatan kimia adalah adanya suatu golongan unsur yang sulit membentuk senyawa kimia. Unsur ini termasuk golongan gas mulia.Pembentukan ikatan kimia terjadi karena adanya perpindahan satu atau lebih elektron dari satu atom ke atom yang lainnya. Hal ini mendorong terjadinya pembentukan ion positif dan ion negatif dan terbentuknya suatu jenis ikatan yang disebut ikatan ion. Bentuk molekul adalah suatu gambaran geometris yang dihasilkan jika inti atom-atom terikat dihubungkan oleh garis lurus. Karena dua titik membentuk satu garis lurus maka semua molekul diatomic (beratom dua) berbentuk linier. Tiga titik membentuk bidang, maka semua molekul triatomik berbentuk datar (planar). Untuk molekul yang lebih dari tiga atom (molekul beratom banyak poliatomik), bentuk datar dan bahkan linear kadang-kadang ditemui. Akan tetepi, biasanya jumlah atom menentukan gambaran tiga matra. Bentuk molekul tidak dapat diramalkan dari rumus empiris, jadi harus ditentukan secara percobaan.
              Teori Tolakan Pasangan Elektron Valensi (VSEPR). Teori ini menyatakan bahwa baik pasangan elektron dalam ikatan kimia ataupun pasangan elektron yang tidak dipakai bersama (yaitu pasangan elektron’ mandiri) saling tolak menolak. Pasangan elektron cenderung untuk berjauhan satu sama lain. Atau , menurut asas eksklusi Pauli, jika sepasang elektron menempati suatu orbital, elektron lain, bagaimanapun rotasinya, tidak dapat berdekatan dengan pasangan tersebut. Teori VSEPR (diucapkan “vesper”) menggambarkan arah pasangan elektron terhadap inti dari suatu atom. Bentuk geometris molekul ditentukan oleh gambar geometris yang dihasilkan dengan menghubungkan inti-inti atom dengan garis lurus. Konfigurasi gas mulia yaitu konfiguarasi dengan delapan (8) elektron pada kulit terluar disebut oktet(James, 1999 ).
Berdasarkan aturan oktet yang telah diketahui maka atom hydrogen kekurangan 1 elektron dan atom klorin memerlukan 1 elektron untuk membentuk konfigurasi stabil golongan gas mulia. Apabila dilihat dari segi keelektronegatifan, klorin mempunyai harga keelektronegatifan yang lebih besar dari hydrogen tetapi hal ini tidak serta merta membuat klorin mampu menarik elektron hydrogen karena hydrogen juga mempunyai harga keelektronegatifan yang tidak kecil. Konfigurasi stabil dapat tercapai dengan pemakaian elektron bersama. Atom hydrogen dan atom klorida masing-masing menyumbangkan satu elektron untuk membentuk pasangan elektron milik bersama. Dua atom dapat berpasangan dengan menggunakan satu pasang dua pasang atau tiga pasang elektron yang tergantung pada jenis unsure yang berikatan. Ikatan dengan sepasang elektron disebut dengan ikatan tunggal sedangkan ikatan yang menggunakan dua pasang elektron disebut ikatan rangkap. Ikatan dengan tiga pasang elektron disebut dengan ikatan rangkap tiga. Ikatan rangkap misalnya dapat dijumpai dalam molekul oksigen ( O2 ) sedangkan ikatan rangkap tiga misalnya dapat dilihat untuk molekul nitrogen ( N2 ) dan etuna ( C2H2 )(James, 1999 ).



Meramalkan struktur molekul menggunakan teori VSEPR ( Valence Shell Electron Pair Repulsion ). Struktur molekul adalah teori pengaturan atom-atom molekul dalam ruang tiga dimensi. Mempelajari struktur molekul dalam ilmu kimia memegang peranan yang sangat penting disebabkan struktur molekul menentukan sifat-sifat kimia suatu molekul. Molekul BeCl2 ( Berelium Klorida ), molekul ini mempunyai dua pasang elektron terikat yaitu dua pasang elektron yang digunakan untuk memberikan dengan Cl. Struktur Lewis BeCl2 dapat digambarkan sebagai berikut :
Cl — Be — Cl
Dengan menggunakan teori VSEPR, maka dua pasang elektron terikat dari molekul BeCl2 akan mengatur posisi sedemikian rupa sehingga gaya tolakannya adalah minimum, misalnya saja kita peroleh dua bentuk pengaturan sebagai berikut :
Cl
||
Cl — Be — Cl Be — Cl
Struktur Molekul Sederhana
Ikatan ionik dibentuk oleh tarikan elektrostatik antara kation dan anion. Karena medan listrik suatu ion bersimetri bola, ikatan ion tidak memiliki karakter aneh. Sebaliknya , ikatan kovalen dibentuk dengan tumpang tindih orbital atom. Karena tumpang tindih sedemikian sehingga orbital atom dapat mencapai tumpang tindih maksimum, ikatan kovalen pasti bersifat terarah. Jadi bentuk molekul ditentukan oleh dua ikatan yang kemudian ditentukan oleh orbital atom yang terlibat dalam ikatan. Ikatan kovalen dapat terjadi karena adanya penggunaan elektron bersama. Apabila ikatan kovalen terjadi maka kedua atom yang berikatan tertarik pada pasangan elektron yang sama(Syukri,1999).
Pada tahun 1916, beberapa gagasan tentang pembentukan ikatan kimia adalah telah dikemukakan oleh dua orang kimiawan Amerika, Lewis, dan Langmuir, dan seorang kimiawan Jerman, Kossel. Menurut mereka, apabila gas mulia tidak bersenyawa dengan unsur lain, tentunya ada suatu keunikan dalam konfigurasi elektronnya yang mencegah persenyawaan dengan unsure lain. Apabila dugaan ini benar, atom yang bergabung dengn atom lain membentuk suatu senyawa , mungkin mengalami perubahan didalam konfigurasi elektronnya yang mengakibatkan atom-atom itu lebih menyerupai gas mulia. Lambang Lewis suatu unsur terdiri dari lambing kimia biasa yang dikelilingi oleh sejumlah titik. Lambang kimia melambangkan butir atom yang terdiri dari elektron pada inti atom dan kulit bagian dalam. Titik-titik melambangkan elektron pada kulit terluar atau elektron valensi.
Struktur Lewis. Teori struktur berdasarkan teori oktet. Kereaktifan atom tergantung pada tinggi rendahnya energi elektron. Elektron pada kulit terluar berenergi tinggi, sehingga elektron terluar ini yang menjadi penyebab adanya sifat mengikat dari atom. Elektron terluar elektron valensi. Lewis memodifikasikan model atom Borh dengan teori struktur Kekule, yaitu: Atom dinyatakan dengan huruf, bulir menggambarkan inti dengan elektron-elektronnya. Elektron-elektron di kulit terluar digambarkan sebagai titik-titik yang mengelilingi bulir. Garis valensi menurut teori struktur kekule mempunyai arti fisik yaitu e- tunggal. Teori kekule tidak menyadari adanya konsep pasangan e- yang menyendiri. Meskipun teori Lewis berlaku terutama untuk ikatan kovalen tapi gagasannya dapat digunakan untuk menggambarkan ikatan ion maupun kovalen. Struktur Lewis adalah kombinasi lambing Lewis yang menggambarkan perpindahan atom pemakaian bersama elektron dalam suatu ikatan kimia.Muatan formal adalah jumlah elektron kulit terluar ( valensi ) didalam atom terisolasi dikurangi dengan jumlah elektron yang diperuntukkan bagi atom tersebut didalam struktur Lewis. Suatu struktur Lewis yang didalamnya tidak terdapat muatan formal ( semua muatan formalnya nol ) lebih masuk akal dibandingkan struktur Lewis yang mempunyai muatan formal, jika muatan formal diperlukan, carilah struktur dengan muatan formal sekecil mungkin(Petruci, 1999 ).
            Pembentukan molekul-molekul ini mengilustrasikan aturan octet (octet rule) yang dirumuskan oleh lewis “sebuah atom kecuali atom hydrogen cenderung membentuk ikatan sampai atom tersebut dikelilingi oleh delapan electron valensi” dengan kata lain ikatan kovalen akan terbentuk jika electron yang tersedia tidak cukup untuk masing-masing atom mencapai octet yang lengkap. Atom-atom dapat membentuk berbagai jenis ikatan kovalen yang berbeda . Dua atom yang berikatan melalui sepasang elektrn disebut dengan ikatan tunggal (single bond). Dalam beberapa senyawa , atom-atom berikatan dengan ikatan rangkap (multiple bond) , yaitu ikatan yang terbentuk jika dua atom menggunakan dua atau lebih pasangan electron secara bersama-sama. Ikatan antara dua atom yang menggunakan bersama dua pasang electron disebut dengan ikatan rangkap dua (double bond). Ikatan rangkap lebih pendek dibandingkan dengan ikatan tunggal . Panjang ikatan (bond length) didefinisikan sebagai jarak antara inti dari dua atom yang berikatan secara kovalen dalam suatu molekul(Chang,Raymond ,2005).






DAFTAR PUSTAKA

Chang,raymond. 2005.kimia dasar jilid ketiga. Erlangga : Jakarta
E. Brady, James. 1999. Kimia Universitas Azas dan Struktur. Binarupa Aksara : Jakarta
Petruci, Ralph H. 1999. Kimia Dasar Prinsip dan Terapan Modern. Erlangga : Jakarta
Syukri, S. 1999. Kimia Dasar 1. ITB : Bandung





Share:

0 comments:

Post a Comment

Komentar anda dan juga Saran yang baik dari anda sangat membantu kami.
Terima Kasih
~OurDream

MD SkyMusic Channel

Open Comission

x">

AYAT OF TRANQUILITY - SAKINAH أيات السكينة لدفع الهموم

Adventures - A Himitsu (backgroud song)

Like us in Facebook "Our Dream"

My Instagram Galery

Entri yang Diunggulkan

DOWNLOAD ADOBE PHOTOSHOP CC 2019 PRE-ACTIVATED

ADOBE PHOTOSHOP CC 2019 PRE-ACTIVATED Adobe Photoshop CC 2019 update  20.0.7.28362  merupakan salah satu product adobe yang sangat ...